Translate this Blog

Showing posts with label Psikologi. Show all posts
Showing posts with label Psikologi. Show all posts

Saturday, July 20, 2013

CHILDREN LEARN WHAT THEY LIVE


  • Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia akan belajar memaki
  • Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia akan belajar berkelahi
  • Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia akan belajar rendah diri
  • Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, ia akan belajar menyesal diri
  • Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia akan belajar memahami diri
  • Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia akan belajar percaya diri
  • Jika anak dibesarkan dengan perlakuan sebaliknya ia belajar keadilan
  • Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia akan belajar menghargai
  • Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia akan belajar menaruh kepercayaan
  • Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia akan belajar menyenangi dirinya
  • Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, ia akan belajar menemukan cinta dalam kehidupan.
Jika harapan anak diabaikan, anak akan melupakan apa itu kasih sayang dan apa itu kehidupan.

Friday, July 19, 2013

6 Alasan Selingkuh

Hubungan yang sukses tidak hanya didasari oleh rasa cinta, tapi juga kesetiaan dan saling percaya.  Cemburu atau curiga pada pasangan boleh saja, asalkan tidak ditunjukkan secara berlebihan dan disampaikan dengan cara yang baik. Jika Anda menemukan sebagian indikasi di atas ada pada diri pasangan, segeralah bicarakan masalah ini dengannya.


Si Hidung Belang
Ada beberapa pria yang memang tidak mampu memegang teguh komitmennya. Berselingkuh sepertinya sudah mendarah daging dalam diri mereka. Pria seperti ini umumnya dikenal sebagai womanizers. Sulit bagi Anda untuk mengubah sifat mereka yang satu ini, karena hanya merekalah yang bisa membantu dirinya sendiri.

Tidak Bahagia
Banyak orang tidak siap menghadapi “ketidaksempurnaan’ yang mereka dapatkan dalam pernikahannya. Ketidaksiapan inilah yang kemudian membawa mereka pada kekecewaan yang dalam dan perasaan “terjebak” dalam pernikahannya sendiri. Cepat atau lambat, mereka mulai mencoba mencari figur lain yang sesuai dengan harapannya. Sesungguhnya, menikah bukanlah untuk mencari kesempurnaan melainkan bagaimana menciptakan kesempurnaan agar keduanya bisa berbahagia.


Psikologi Anak yang Perlu Anda Pahami


      Psikologi anak apakah perlu Anda pahami? Bukan hal yang mudah Anda menjadi orangtua, karena bisa jadi ini membuat Anda bertambah pusing dengan berbagai tingkah pola lakunya yang sulit diatur. Namun hal tersebut akan terjadi apabila Anda sulit untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan sang anak, terutama pada anak remaja.
      Terkadang psikologi anak sulit kita mengerti dan pahami apa yang mereka inginkan, terlebih lagi dengan adanya perbedaan generasi antara Anda dan anak. Mungkin inilah yang biasanya terjadi pada Anda dan anak saat berbeda pendapat dan berakhir dengan perseteruan. Tetapi perlu Anda ketahui, bahwa dengan berhasilnya Anda menjalin hubungan yang harmonis dengan anak itu merupakan suatu kunci utama Anda dalam memahami psikologi anak.
Untuk itu, diperlukan kesabaran serta bagaimana cara Anda dalam menghadapi anak terutama remaja agar mengerti dan paham apa yang mereka inginkan. Berikut tipsnya yang bisa Anda lakukan :
  1. Perjelas batas peran Anda sebagai orangtua dan teman
  2. Bedakanlah peran Anda disini saat menjadi orangtua atau bahkan menjadi teman bagi anak Anda. Di kala Anda menjadi teman bagi sang anak, biasanya akan terjadi interaksi yang menyenangkan karena anak akan menceritakan semua keluh kesahnya pada Anda. Tetapi disaat porsi Anda sebagai teman, Anda dapat menghakimi ketika mereka menceritakan masalahnya pada Anda. Sebaliknya, jika Anda berperan sebagai orangtua sikap menghakimi tidak akan mungkin Anda lakukan karena rasa sayang dan peduli Anda terhadap mereka memiliki porsi yang berbeda saat Anda menjadi seorang teman baginya. Dengan begitu disaat posisi Anda sebagai orangtua, berikanlah yang terbaik apa yang sang anak inginkan namun dengan tidak memanjakannya, tetapi memberikan porsi yang cukup untuk membuat ia mengerti.

Bila anak ...


Bila anak sering dikritik, ia belajar mengumpat
Bila anak sering dikasari, ia belajar berkelahi
Bila anak sering diejek, ia belajar menjadi pemalu
Bila anak sering dipermalukan, ia belajar merasa bersalah
Bila anak sering dimaklumi, ia belajar menjadi sabar
Bila anak sering disemangati, ia belajar menghargai
Bila anak mendapatkan haknya, ia belajar bertindak adil
Bila anak merasa aman, ia belajar percaya
Bila anak mendapat pengakuan, ia belajar menyukai dirinya
Bila anak diterima dan diakrabi, ia akan menemukan cinta.